Di proyek ini saya berperan sebagai anak seminari sekaligus bagian perlengkapan. Sebagai anak seminari, saya harus menunjukkan sikap yang cocok dan asli sebagai seorang anak seminari, yaitu memiliki rasa ingin tahu, ketakutan, dan kekhawatiran. Tantangannya ada pada detail kecil seperti cara saya memiliki ekspresi yang sesuai dengan dialog saya dan juga bagaimana gerak tubuh saya sesuai dengan adegan. Selain itu, saya juga memiliki kesulitan dalam melakukan tarian di adegan terakhir, terutama ketika saya belum pernah memiliki pengalaman sama sekali dalam menari. Namun, dengan latihan setiap hari, akhirnya saya dapat melakukannya dengan baik dan dapat menunjukkan performa yang bagus di atas panggung.

Selain tampil di panggung, saya juga bertanggung jawab di bagian perkap. Saya membantu menyiapkan dan memastikan properti yang dibutuhkan selalu benar pada tempatnya pada latihan maupun pertunjukan. Kadang ada barang yang kurang atau perlu dipindahkan dengan cepat, jadi saya harus siap dan teliti. Dari dua peran ini saya belajar membagi fokus, lebih bertanggung jawab, dan memahami bahwa tugas di balik layar sama pentingnya dengan yang terlihat di atas panggung

Dari menjalani dua peran saya ini, saya dapat belajar mengatur waktu dan tanggung jawab saya dengan lebih baik. Saya juga jadi lebih sadar bahwa ternyata pekerjaan di balik layar sama pentingnya dengan pekerjaan yang terlihat di atas panggung. Pengalaman ini secara keseluruhan telah melatih saya untuk lebih disiplin, lebih peduli terhadap detail, dan lebih bersedia untuk bekerja dengan sesama dan disuruh-suruh sampai pertunjukan ini selesai.