Dalam proyek kali ini, saya berperan sebagai sekretaris, aktor romo rektor, dan pembicara 4 bahasa, yaitu bahasa Indonesia. Awalnya saya mengira peran-peran ini ringan karena tidak terlalu banyak yang bisa dilakukan dalam masing-masing perannya, tetapi kenyataannya kerjaan saya ternyata cukup banyak.

Sebagai sekretaris, saya mengira ini akan mudah seperti biasanya, di kelas 10 dan 11 saya sudah sering menjadi sekretaris dalam proyek–proyek dan biasanya tugasnya berhenti pada pembuatan proposal/laporan dan peminjaman ruangan. Namun kali ini, selain yang sudah saya sebutkan, saya harus mengurus banyak file administrasi, absensi, serta juga ikut tiap rapat untuk menjadi notulen. Untungnya saya banyak dibantu oleh sekretaris 2 dan kami bersama bisa cukup optimal dalam menjalankan tugas kami bersama, hingga akhirnya seluruh kerjaan sekretaris terurus dengan baik.

Sebagai aktor, awalnya saya tenang-tenang saja karena bagian omongan saya sedikit, tetapi saat mulai latihan, ternyata bagian karakter saya cukup penting karena menjadi karakter yang membuat klimaks menjadi lebih terasa. Di situlah saya harus ikut banyak latihan dan menghadapi banyak evaluasi dari para sutradara. Untungnya, dengan usaha dan latihan saya berhasil memerankan peran saya sebagai romo rektor dengan baik.

Sebagai pembicara bahasa Indonesia, sama seperti aktor awalnya saya meremehkan tugas ini, saya kira ini cuma ngomong biasa saja. Namun kenyataannya menjadi pembicara 4 bahasa untuk membuka drama kami berarti harus bisa berbicara sedemikian rupa agar bisa menarik perhatian penonton di awal drama. Dengan cukup latihan intonasi, saya berhasil menjalankan tugas ini dengan baik.

Akhir kata, saya merasa dengan menjalankan uprak ini sangat membuka pandangan saya terkait kerjasama tim dan bahwa tiap peran, sekecil apapun kelihatannya, memiliki kepentingannya masing-masing. Saya belajar untuk lebih menghargai usaha rekan seperjuangan saya, dan mengatur waktu dengan lebih baik.