Dalam ujian praktik drama ini, saya berperan sebagai wakil sekretaris sekaligus anggota sie kostum. Sebagai wakil sekretaris, saya membantu sekretaris utama, Ian, dalam mencatat dan merangkum hasil rapat yang sering diadakan. Saya juga turut membantu menyusun berbagai data penting, seperti pembagian peran, urutan keluar masuk aktor dalam setiap adegan. Dalam sie kostum, saya berperan dalam mengecek dan memesan kostum yang dibutuhkan, serta membantu membuat beberapa kostum, salah satunya kostum Uskup Soegijapranata. Saya juga membantu pencatatan kostum yang digunakan oleh masing-masing pemeran.

Selain bekerja di balik layar, saya juga terlibat langsung sebagai aktor dengan memerankan Bruder Kismadi, salah satu tokoh yang diculik oleh kelompok Hizbullah namun kemudian diusir karena dianggap bukan bagian dari rapat para romo. Awalnya, saya memerankan Frater Bouwens, tetapi ada perubahan peran sekitar H-3 bulan. Awalnya dialog saya lumayan sedikit, namun karena ganti peran, dialog saya bertambah. Saya mengira saya akan kesusahan karena saya tidak pintar menghafal. Namun, dengan bantuan dan dukungan teman-teman saya saya dapat dengan mudah melakukannya. Saya juga berperan sebagai penyanyi yang ikut bernyanyi di scene akhir. Saya awalnya bahkan tidak pernah bernyanyi dan tidak bakat bernyanyi, namun saya ditunjuk oleh teman saya yang masuk dalam choir Sinlui untuk ikut bernyanyi dalam penampilan uprak ini. Oleh karena itu saya belajar bernyanyi dengan dia selama berhari hari.
Melalui keterlibatan saya baik di belakang layar maupun di atas panggung, saya belajar tentang kerja sama, tanggung jawab, dan pentingnya setiap peran dalam sebuah karya bersama. Ujian praktik ini tidak hanya memperkaya pengalaman saya, tetapi juga membantu saya merefleksikan nilai-nilai iman, pengorbanan, dan pelayanan yang diteladankan oleh Romo Sandjaja.



Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.