Dalam uprak umum ini, kami mengangkat kisah dari Romo Sandjaja yang menekankan tentang panggilan hidup, pengorbanan, dan keteladanan. Awalnya, saya memiliki keinginan untuk menjadi aktor, sempat berperan sebagai narator dan latihan dari tanggal 4 Desember 2025 hingga 18 Desember 2025 di rumah Sydney. Disini saya belajar untuk membaca script dengan nada dan tempo yang konsisten. Meskipun latihan ini dilakukan berulang-ulang, saya menikmati tiap momen selama berproses sebagai narator karena saya merasakan perkembangan dalam cara saya membawakan cerita.

Namun, setelah tampil di depan juri guru pada tanggal 16 Desember 2025, terjadi beberapa perubahan peran. Saya ditugaskan untuk menjadi anggota sie perlengkapan dan sie publikasi & dokumentasi. Saya memandang situasi ini sebagai kesempatan untuk berkontribusi lebih aktif dan maksimal dalam kelas. Kelas kami juga melakukan urunan untuk mendukung kebutuhan anggaran uprak umum ini, sehingga setiap anggota kelas berperan penting.

Sebagai bagian dari sie publikasi dokumentasi, saya membuat moodboard untuk trailer sesuai pembagian adegan. Pada tanggal 19 desember, saya dan teman-teman melakukan shooting trailer di taman bratang dan rumah J.E. Di Taman bratang, saya ikut membantu menentukan tempat dan juga memindahkan fasilitas taman agar posisi pengambilan gambar lebih tepat untuk adegan Romo Sandjaja mengingat nasihat dari Uskup Soegija. Saat di rumah J.E, saya ikut serta dalam memberikan ide dan saran terkait angle kamera dan pencahayaannya. Dalam adegan Romo Sandjaja sedang bersiap-siap untuk penerimaan sakramen tahbisan, saya membantu dalam memegang reflektor. Walaupun harus menghabiskan waktu dari pagi sampai malam, saya tetap bertanggung jawab demi hasil video trailer yang terbaik untuk kelas. Selain itu, saya juga ikut berpartisipasi aktif dalam menentukan tema poster, ide konten, membuat caption, dan mengunggah story instagram. Dengan tugas yang saya kerjakan bersama teman-teman, saya juga menambah pengetahuan dan keterampilan lebih dalam menggunakan media Canva dan Adobe Photoshop.

Mulai tanggal 17 Desember 2025, saya mulai membuat kasaran visualisasi stage dalam sie perlengkapan. Pada tanggal 6 Januari 2026, saya membuat visualisasi stage yang telah dibenarkan menggunakan media Procreate. Kami juga melakukan latihan bersama sie perlengkapan saat jam latihan uprak di sekolah dan juga di studio marvel. Selama kurang dari sebulan ini, kami perlu banyak merevisi pembagian peran dan properti dalam visualisasi stage. Tetapi dari pengalaman ini, saya belajar untuk lebih sabar, teliti, serta berpikir kritis dalam membuat keputusan dan menghadapi berbagai situasi. Walaupun jadwal latihan bersama sie perlengkapan lebih sedikit dibanding yang lain, namun dengan kepercayaan dengan satu sama lain, kami akhirnya mampu melaksanakan tugas dengan baik dan rapi saat hari gelar karya.

visualisasi stage kasaran

Pengalaman selama uprak umum ini menjadi pembelajaran berharga bagi saya untuk terus bertumbuh, lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan, serta berani mengambil peran apa pun sebagai bentuk kontribusi nyata. Pada akhirnya, bukan tentang peran apa yang saya dapatkan, tetapi bagaimana saya menjalankannya dengan sepenuh hati.

vs fix pov depan
vs fix pov atas
latihan