Hainanese chicken rice berasal dari Hainan, sebuah pulau kecil di selatan Tiongkok. Di daerah asalnya, hidangan ini dikenal dengan nama “Wenchang chicken,” yang diambil dari nama sebuah kota di pulau tersebut. Ayam Wenchang memiliki daging yang lebih kenyal dibandingkan ayam biasa karena diberi pakan berbeda, seperti kelapa dan kacang tanah. Di Hainan sendiri, ayam ini umumnya dimasak dengan cara direbus sederhana, tanpa banyak bumbu, lalu disajikan bersama nasi yang dimasak menggunakan kaldu ayam.

Ketika masyarakat Hainan bermigrasi ke berbagai wilayah Asia Tenggara pada abad ke-19 hingga 20, mereka turut membawa tradisi kuliner ini. Di negara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand, resep tersebut kemudian mengalami penyesuaian dengan selera setempat, terutama melalui tambahan saus dan bumbu. Versi modern Hainanese chicken rice yang kita kenal sekarang adalah hasil adaptasi tersebut, dengan ayam yang lebih empuk, nasi gurih, serta aneka saus pendamping seperti sambal, saus jahe, dan kecap asin.

Coconut Pudding + Mango Salad adalah hidangan puding kelapa dengan salad buah tropis seperti mangga adalah adaptasi dari perpaduan kuliner Tionghoa dan tropis Asia Tenggara. Versi klasik resep “Coconut Pudding + Lychee & Mango Salad” berasal dari masakan rumahan dan blog kuliner, menggabungkan kelembutan puding berbahan dasar kelapa dengan kesegaran buah tropis. 

Semester ini, guru Mandarin kami memberi tugas penilaian yang berbeda dari penilaian biasa. Selain ujian mahjong, kami mendapat side quest berupa proyek memasak masakan khas Tiongkok untuk tambahan nilai. Kelas kami mendapat tema masakan daerah Hainan, dan sejak itu suasana kelas langsung ramai. Banyak yang belum tahu seperti apa cita rasa masakan Hainan, jadi semuanya merasa penasaran dan semangat untuk mencoba.

Kami mulai mencari informasi dari internet dan video kuliner. Setelah berdiskusi, kami sepakat memilih Nasi Hainan (Hainanese Chicken Rice) sebagai hidangan utama. Hidangan ini terkenal karena rasanya gurih, lembut, dan tidak pedas, cocok untuk semua orang. Untuk melengkapi menu, kami membuat side dish berupa Coconut Pudding dengan Mango Salad. Kombinasi ini kami pilih karena manis dan segar, pas untuk menyeimbangkan rasa gurih dari Nasi Hainan.

Hari memasak jadi momen paling seru. Kelas kami mendadak berubah jadi dapur besar di depan pohon cinta. Ada yang sibuk mencuci ayam, menyiapkan nasi dengan kaldu, dan ada yang meracik pudding serta memotong mangga di meja belakang. Wangi jahe dan bawang putih mengelilingi halaman sekolah, bercampur dengan tawa dan suara peralatan masak yang bertabrakan. Kadang ada yang salah aduk, kadang nasi hampir terlalu lembek, tapi semua berjalan dengan penuh tawa.

Proses memasak membutuhkan kerja sama yang baik. Kami merebus ayam perlahan sampai empuk, lalu menggunakan kaldunya untuk menanak nasi agar terasa gurih. Saus jahe dan minyak bawang kami buat ringan, tanpa rasa pedas sama sekali. Sementara itu, tim dessert menyiapkan Coconut Pudding yang lembut dan manis, disajikan dengan topping Mango Salad yang segar berwarna cerah. Saat semua makanan selesai, aroma harum langsung menyebar, membuat beberapa guru dan anak kelas lain tidak sabar untuk mecicipinya.

Hari presentasi jadi puncak dari seluruh usaha kami. Kami menata meja dengan selendang merah dan hiasan agar suasananya terasa seperti makan kuliner khas Tiongkok. Semua anggota kelas ikut ambil bagian, ada yang menjelaskan proses memasak, ada yang memperkenalkan sejarah Nasi Hainan ke guru-guru, dan ada yang memastikan plating terlihat menarik. Saat guru-guru mencicipi, beliau tersenyum dan berkata, “Ini enak sekali, rasanya lembut dan seimbang!” Kami semua langsung merasa lega dan  puas, side quest kami berhasil.

Dari kegiatan ini, kami belajar lebih dari sekadar resep. Kami belajar bekerja sama, membagi tugas, dan menikmati proses bersama. Meskipun awalnya proyek ini hanya tambahan nilai, ternyata justru menjadi pengalaman yang menyenangkan dan penuh kebersamaan.

Dengan Nasi Hainan yang gurih tanpa pedas dan side dish Coconut Pudding dengan Mango Salad yang manis serta menyegarkan, kelas kami berhasil membawa suasana tropis Hainan menjadi nyata. Mendapatkan nilai tambahan memang menyenangkan, tapi yang paling berharga adalah kenangan, tawa, dan rasa hangat yang kami ciptakan bersama selama side quest ini.