Pada bulan Desember, kelas kami telah memulai proses persiapan Uprak Umum secara bertahap dengan membagi tugas ke dalam berbagai sie agar pekerjaan dapat berjalan lebih terorganisir. Pembagian tugas ini dilakukan sejak awal sebagai bentuk tanggung jawab bersama seluruh anggota kelas. Pada saat pembagian tersebut, saya mendapatkan peran di sie MUA dan dekorasi. Meskipun pada awalnya terasa cukup berat karena harus menangani lebih dari satu sie, saya berusaha menjalankan tanggung jawab tersebut dengan sebaik mungkin.
Dalam sie dekorasi, kegiatan awal yang kami lakukan adalah mengadakan beberapa pertemuan untuk membahas konsep serta mendata seluruh perlengkapan dan properti yang dibutuhkan untuk pementasan. Proses pendataan ini dilakukan secara rinci agar tidak ada properti penting yang terlewat. Setelah semua kebutuhan dicatat, kami mulai merencanakan cara pembuatan properti, menentukan bahan yang diperlukan, serta membagi tugas dalam pengerjaannya. Sejak saat itu, kami mulai membeli beberapa barang yang memang harus dibeli, sembari mencari alternatif lain dengan meminjam properti dari teman-teman sekelas untuk menghemat biaya. Kerja sama antaranggota kelas sangat terasa dalam tahap ini karena banyak teman yang dengan sukarela meminjamkan barang milik mereka.
Memasuki bulan Januari, sebagian besar dekorasi telah berhasil diselesaikan. Namun, terdapat beberapa properti yang mengalami kerusakan kecil akibat sering digunakan dalam latihan, sehingga perlu diperbaiki kembali. Proses perbaikan ini mengajarkan kami untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan properti serta pentingnya perawatan agar dapat digunakan hingga hari pementasan.
Selain bertugas di sie dekorasi, saya juga mendapatkan peran sebagai pemain dalam pementasan. Saya terlibat dalam act 1 sebagai anggota koor yang diserang oleh tentara kepang, serta act 3 di mana saya berperan dalam adegan protes kepada Romo Sandjaja. Pengalaman berakting ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya, terutama dalam hal penjiwaan karakter, pengaturan ekspresi wajah, serta bagaimana menyampaikan emosi secara tepat agar pesan dalam adegan dapat tersampaikan kepada penonton.
Pada awal bulan Januari, saya juga secara tiba-tiba diminta untuk membantu sie MUA dan kostum karena pekerjaan dekorasi sudah hampir selesai. Di sie kostum, saya turut membantu dalam proses pengukuran dan pembuatan kostum uskup yang memiliki model cukup rumit dan membutuhkan ketelitian serta kerja sama beberapa orang untuk menyelesaikannya. Selain itu, saya juga membantu mempersiapkan kostum lainnya, seperti kostum tentara Jepang. Saya turut mengikuti rapat sie kostum untuk menentukan tempat peminjaman kostum serta membahas anggaran yang tersedia agar pengeluaran tetap terkontrol.
Di sie MUA, saya mendapatkan pengalaman baru yang sangat menarik. Saya belajar dan berlatih berbagai teknik make up yang sebelumnya belum pernah saya ketahui, seperti membuat efek kerutan pada wajah untuk menampilkan kesan usia tua, serta teknik make up luka dan darah untuk mendukung adegan tertentu. Pengalaman ini menambah pengetahuan dan keterampilan baru bagi saya di bidang tata rias panggung.
Menjelang hari H, saya kembali mendapatkan tanggung jawab tambahan dengan bergabung di bagian perkap karena adanya kekurangan personel. Dalam act 8, saya bertugas membantu meletakkan dua bush ke atas panggung dan mengembalikannya kembali setelah adegan selesai. Meskipun terlihat sederhana, tugas ini membutuhkan kecepatan dan ketepatan karena harus dilakukan dalam waktu blackout yang sangat singkat. Pengalaman menjadi bagian dari perkap terasa menyenangkan sekaligus menantang, karena sebelumnya saya belum pernah terlibat langsung dalam pengaturan properti panggung secara cepat.
Selama gladi kotor dan gladi bersih, kami melakukan banyak latihan bersama, mulai dari full act runthrough, latihan perkap, hingga persiapan make up dan kostum secara menyeluruh. Latihan-latihan tersebut cukup melelahkan, terlebih ketika mendekati hari H karena intensitas latihan semakin meningkat. Pada hari pementasan, kelas kami kembali melakukan beberapa latihan terakhir yang membuat tubuh terasa lelah. Namun demikian, rasa lelah tersebut terbayarkan dengan kebersamaan yang terjalin, mengingat kami jarang memiliki kesempatan untuk berkumpul bersama dalam satu tempat dan waktu yang lama.
Ketika hari H akhirnya tiba, saya merasa bahwa seluruh kerja keras yang telah dilakukan oleh kelas kami benar-benar terbayarkan. Pementasan berjalan dengan lancar, dan hasil yang ditampilkan sesuai dengan usaha yang telah kami lakukan bersama. Selain itu, orang tua kami masing-masing juga memberikan tanggapan positif dan merasa bangga karena penampilan kelas kami terlihat rapi, terkoordinasi, dan berjalan dengan baik. Selain itu, satu hari setelah pelaksanaan Uprak Umum, saya juga mendapat tugas tambahan sebagai sie penerima tamu. Dalam tugas ini, saya membantu menyambut dan mengarahkan tamu yang hadir dengan sikap sopan dan ramah. Meskipun hanya dilakukan dalam waktu yang singkat, pengalaman ini melatih saya untuk lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan menjaga sikap profesional saat berhadapan langsung dengan orang lain.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan Uprak Umum ini, saya belajar banyak hal yang sangat berharga. Saya menyadari bahwa kerja sama dan komunikasi merupakan kunci utama dalam menyelesaikan sebuah kegiatan besar. Selain itu, pengalaman terlibat di berbagai sie mengajarkan saya untuk lebih bertanggung jawab, fleksibel, dan siap membantu ketika dibutuhkan. Saya juga belajar mengelola rasa lelah dan tekanan, serta tetap berusaha memberikan yang terbaik hingga akhir.








Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.