
Dalam uprak umum ini, saya berperan sebagai aktor Hizbullah, bagian perkap, dan sekaligus dekor. Jujur, menjalani tiga peran sekaligus bukan hal yang ringan. Di satu sisi, saya harus berlatih untuk menghayati peran saya sebagai karakter Hizbullah yang sudah sangat sulit. Di sisi lain, saya juga harus memastikan keindahan dan tata letak properti di stage dapat maksimal. Beberapa kali saya telah malas dan berpikir bahwa sutradara saya terkadang terlalu mengatur dan banyak ngomong, namun saya mengerti juga bahwa hal ini semua demi kebaikan kelas dan agar kelas kita dapat tampil dengan maksimal ketika pagelaran.

Sebagai aktor Hizbullah, saya berusaha memahami karakter yang saya bawakan. Dari ekspresi wajah dan tubuh, tidak mudah untuk benar-benar mendalami tokoh tersebut, apalagi saya yang sebelumnya tidak memiliki banyak pengalaman teater. Terkadang saya ditegur bahwa ekspresi dan gestur saya masih kaku atau dialog yang saya sampaikan belum hidup. Dari proses ini, saya belajar bahwa menghidupkan sebuah karakter ternyata tidak semudah itu; dibutuhkan latihan dan keberanian untuk melepaskan kemaluan dan keterikatan diri sendiri, agar dapat sepenuhnya menghidupi panggung besar itu.
Di luar panggung, tanggung jawab s
aya sebagai dekor dan perkap mengajarkan saya untuk lebih teliti dan terorganisir. Saya harus memastikan setiap properti tersedia dan tampak dalam kondisi yang optimal dan ditempatkan sesuai dengan kebutuhan adegan. Sejalan dengan latihan, terdapat barang yang rusak sehingga saya harus terus membantu membetulkan properti yang rusak itu. Proses ini sangat melelahkan ketika ditambahkan latihan saya sebagai aktor dan sebagai perkap. Selain itu, tidak semua ide dekorasi dapat direalisasikan karena keterbatasan waktu dan kemampuan kami, sehingga saya juga belajar untuk menyesuaikan kemampuan dan kreativitas dengan kondisi nyata di lapangan.

Menjalani beberapa peran sekaligus membuat saya sadar bahwa kerja tim bukan hanya soal tampil bagus di panggung, tetapi juga tentang kesediaan untuk membantu di balik layar. Ada kalanya saya harus membagi waktu dan tenaga untuk selalu bekerja dan hampir tidak ada waktu istirahat. Namun, dari situ, saya juga belajar untuk dapat mengatur waktu dan memahami bahwa semuanya pasti ada kontribusinya. Dari keseluruhan proyek ini, saya belajar untuk lebih disiplin, terbuka terhadap masukan, dan lebih peka terhadap kondisi sekitar saya. Walaupun terdapat beberapa permasalahan, proses yang kami semua lalui ini menjadi suatu pelajaran dan ingatan yang berharga bagi satu kelas kami.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.