Pada pagelaran Ujian Praktek Umum ini saya memiliki peran sebagai koordinator kostum dan aktor villager. Awalnya saya kira bahwa kostum memiliki tugas yang tidak terlalu berat dibandingkan sie-sie lainnya, tetapi saya salah. Ternyata, selama saya kerja sebagai koordinator kostum saya perlu menentukan dan menyocokan semua baju yang akan di pakai oleh semua akt0r-aktor. Saat menentukan kostum ini, saya juga harus mempertimbangkan harga sesuai anggaran kami atau tidak, barang yang datang sesuai dengan gambar atau tidak, kostum bentrok dengan background atau tidak. Beberapa kostum seperti Kasula, Mitra (Topi Uskup), baju terakhir Romo Sandjaja juga harus kami buat sendiri. Kostum pertama yang kami buat sendiri yaitu Mitra (Topi Uskup), kami membuatnya dengan Eva Foam yang dipotong, dibentuk, dijahit, digambar dan di tempelin pita warna emas sebagai detail untuk melengkapi topi tersebut. Setelah

membuat dasar  topi tersebut, kami  membuat bagian belakang topinya lalu menggunakan lem tembak untuk menyatukannya dengan topi dasar. Kami juga harus memastikan topinya cukup dengan kepala aktor. Lalu, kami menjahit bagian belakang dan depan topi tersebut. Setelah membuat topi, kami lanjut membuat kasula. Pertama kali beli kain, kami salah beli warna kain. Jadi, kami harus membeli kain lagi agar warnanya cocok dengan kasula. Kami kemudian mengukur kainnya dengan badan aktornya lalu membentuk dan memotong kain dan menjahitnya. Lalu kami tempelkan salib, pita, dan kain di bagian tengah untuk menghias kasula tersebut. Setelah baju Uskup telah jadi, kami mulai mencari kostum untuk Hizbullah. Kami mencari aksesorinya di Shopee lalu membelinya. Saya juga membuat moodboard untuk mempermudah kami semua untuk mevisualisasikan kostum yang akan digunakan. Saat latihan bersama sie acara pertama kali, ternyata terjadi kesalahan pada kostum Hizbullah. Di mana topi yang seharusnya peci ternyata topi pejuang. Kami kemudian merevisikan itu. Lalu, saya lanjut memelikan kostum untuk para villagers dan setelah itu beres kami mencari tempat sewa untuk menyewa kostum Tentara Jepang. Terakhir saya membuat baju terakhir Romo Sandjaja dimana kami menggunakan api, pensil, tanah, fake blood, dan pewarna makanan untuk mencapai hasil yang realistis.

Setelah semua kostum telah siap, saya membantu sie-sie lain. Saya membantu sie dekor untuk mengecat dan membuat beberapa dekor, seperti barrel, semak, dan jerami. Saya juga ikut rekaman trailer sebagai orang konsultasi, tetapi scene itu akhirnya tidak kepakai. Kadang saya juga memberi pendapat saya mengenai karya kami. Pada hari H saya memastikan semua aktor menggunakan baju yang sesuai dengan mood board dan memakai bajunya dengan benar dan baik. Saya sangat bersyukur semua dapat berjalan dengan baik.