Pada Proyek UPRAK ini, saya diberi kesempatan untuk berperan sebagai sutradara. Saya sadar bahwa posisi yang dipercayakan kepada saya bukan merupakan posisi yang mudah. Saya harus bisa memikirkan alur cerita, mengarahkan para pemain, serta memastikan semua divisi dapat berjalan dengan vision yang sama. Sejak awal, saya juga menyadari bahwa kami semua bukanlah orang teater yang sudah terbiasa tampil dan langsung bisa melakukan semuanya dengan sempurna. Kami masih dalam tahap belajar dan berproses. Karena itu, saya tidak bisa dan tidak boleh mengharapkan teman-teman untuk langsung menguasai peran mereka masing-masing. Kami sama-sama belajar dari nol, sama-sama mencoba, salah, memperbaiki, dan berkembang bersama.
Sebagai sutradara, saya berusaha membangun suasana yang nyaman agar teman-teman juga bisa enjoy the process selama latihan dan pembuatan drama UPRAK ini. Saya selalu berusaha untuk menjaga komunikasi dan mendengar pendapat dan masukan teman-teman lainnya. Dari situ saya memahami bahwa memimpin banyak orang tidak bisa dilakukan dengan cara memaksakan kehendak. Dibutuhkan kesabaran, proses yang bertahap, serta kesiapan untuk menerima bahwa hasil akhirnya mungkin tidak akan sepenuhnya sama dengan ekspektasi pribadi. Melalui proyek ini, saya belajar bahwa kerja tim bukan tentang siapa yang paling benar atau paling dominan, melainkan tentang bagaimana setiap individu dapat saling menyesuaikan dan tetap melangkah bersama hingga tujuan akhir tercapai.
Dalam pembuatan proyek UPRAK ini, saya juga membagikan jobdesk agar semua dapat terselesaikan dan terpantau rapi. Saya lebih memegang divisi scriptwriter, koreo, musik, dekor, perkap, kostum, dan MUA. Selain memantau mereka, saya juga membantu dalam pengerjaan per divisi. Saya membantu dalam pembuatan script, dan mengkomunikasikannya ke divisi-divisi yang saya pegang. Saya membantu perancangan koreo dan memberikan input dan ide untuk pembuatan musik. Dalam pembuatan musik, saya juga membantu dalam penulisan lirik. Selain itu, saya juga membantu dalam visualisasi dekor dan perkap serta membantu pembuatan dekor. Dan untuk kostum serta MUA, saya membantu dalam perancangannya serta memberi input dan masukan kepada mereka sehingga dapat sesuai dengan alur cerita. Selain mengawasi per divisi, saya juga punya jobdesk saya sendiri yaitu stage directing keseluruhan drama. Pada hari-h saya membantu mengurus alur mic di backstage.

Di tengah proses tersebut, saya juga sering merasa insecure ketika melihat progress kelas lain yang terlihat begitu siap dan meyakinkan. Ada rasa takut dan khawatir apakah kelas kami bisa memberikan hasil yang maksimal. Namun, berkat dukungan teman-teman dan partner saya, saya diingatkan untuk tidak terlalu membandingkan diri dengan orang lain. Mereka membantu saya untuk tetap fokus pada proses kelas kami sendiri dan memberikan yang terbaik dari apa yang kami miliki.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.