Pada Ujian Praktek Umum kali ini saya diberi kesempatan oleh teman-teman untuk berperan menjadi seorang anggota Hizbullah, kelompok yang menentang ajaran yang dibawakan oleh tokoh kelas kami Romo Richardus Kardis Sandjadja. Pada awalnya saya ditempatkan di posisi seorang anak seminari tetapi setelah berbagai perombakan saya dipindah menjadi anggota hizbullah. Pada pertama kali script reading pada awal Desember 2025, Pembawaaan Jojo tidak tegas layaknya seorang Hizbullah sehingga saya diminta Valerie untuk berturkar dengan Jojo, agar dia menjadi anak seminari dan saya menjadi anggota Hizbullah

Selama UPRAK umum ini saya ditantang untuk memainkan tokoh diluar kepribadian saya, terkadang saya

ingin kembali menjadi seorang anak seminari. Namun, saya tidak bisa mengecewakan teman-teman saya yang percaya pada saya bahwa saya bisa menjalankan peran tersebut. Dalam mendalami peran saya, saya mengalami berbagai kesulitan, baik dalam ekspresi wajah yang tidak mencerinkan sifat seorang hizbullah, suara yang kurang lantang, ataupun rasa ragu dan malu yang membuat saya tidak ingin memerankan tokoh saya dengan sepenuh hati. Saya akui tidaklah mudah menjadi seorang aktor yang harus mengganti kepribadiannya, tapi seiring berjalannya waktu, saya belajar untuk menjadi lebih percaya diri lagi, bisa memberikan yang terbaik, dan memprioritaskan drama ini dibandingkan diri saya sendiri. Dalam waktu kurang lebih 3 bulan ini saya dituntut untuk selalu memberikan yang terbaik dan totalitas untuk keseluruhan keluarga besar XII-A2

Di balik panggung, saya bertugas sebagai koordinator admin website. Namun, karena saya tidak begitu memahami cara menggunakan wordpress, Rei yang lebih banyak mengatur website kelas dibandingkan saya. Agar saya bisa lebih berkontribusi, saya sering ikut dekor di rumah Sydney dan juga terkadang ikut shooting trailer di rumah Jessica E. Saya bersenang-senang selama menjalani proses membuat properti panggung tersebut, tak hanya saya bisa membantu meringankan beban mereka, tapi saya juga mendapat waktu bersenang-senang dengan bisa meluangkan waktu bersama dengan teman-teman yang lain. Mendekati hari penampilan, terjadi perombakan pada adegan terakhir pada saat warga desa dan para anak seminari mencari Romo Sandjadja yang telah disiksa, Disitulah Justin menempatkan saya untuk membantu meletakkan dan mengambil properti. Pada awalnya saya tidak sepenuhnya setuju dengan keputusan tersbut karena hal tersebut menambah beban saya pada saat penampilan. Namun, tidak ada lagi orang lain yang dapat memasukkan properti pada saat itu sehingga mau tidak mau saya harus mengambil posisi tersebut, dan pada penampilan drama ini saya tidak keberatan untuk mengambil posisi apapun, karena semua ini untuk seluruh anggota kelas dan tidak ada yang memiliki peran yang tidak penting dalam UPRAK kali ini.